Ada catatan khusus mengenai nyanyian ini, di mana bagian chorus nyanyian ini perlu dipahami lebih dalam.
Chorus:
Praise the Father, praise the Son
Praise the Spirit, three in one
God of glory, Majesty
Praise forever to the King of kings
Karena adanya "catatan khusus," alternatif pemahaman jika hendak menyanyikan lagu ini:
Bagian chorus ini memuat makna Tritunggal, yaitu ada 3 Pribadi (tres personae) dalam 1 Hakikat (une substantia).
Kalimat "praise forever to the King of Kings" tidak berarti modalism atau oneness pentacostalism. Kalimat ini menandakan bahwa setelah Perjanjian Baru, kepenuhan karya Allah Tritunggal sangat dinyatakan secara eksplisit melalui pribadi Allah Anak, yang kepada-Nya diberikan gelar Raja s'gala raja (Filipi 2:9-11).